6 Nov 2011

Puasa Terapi Kejiwaan

Puasa Terapi Kejiwaan
“Barangsiapa yang belum mampu menikah, hendaklah puasa karena puasa merupakan wijaa' (pemutus syahwat/perisai) baginya"  (Muttafaqun ‘alaihi)

hadist shahih diatas, secara implisit dapat menjelaskan kepada kita, bahwa puasa yang kita lakukan, pada dasarnya menjadi perisai bagi kepribadian kita. Tapi, puasa tersebut tidak secara langsung dan dengan sendirinya menjadi perisai. Puasa, adalah sebuah proses pendidikan yang komprehensif mendidik jiwa dan raga, hingga output yang dihasilkan adalah manusia yang memiliki ‘perisai’. Buktinya, banyak kita jumpai orang-orang yang berpuasa, hanya sebatas menahan makan dan minum, tanpa memaknai dan melalui ‘proses’ pembentukan perisai tersebut. Sehingga mereka berpuasa, tapi tetap bergelimang dengan madzmumah dan akhlaq tercela mereka, baik pada saat mereka masih berpuasa, atau setelah mereka melampaui bulan suci. Inilah bukti bahwa puasa bukanlah perisai dengan sendirinya, melainkan sebuah proses pembentukan perisai. Proses tersebutlah, yang berfungsi sebagai terapi bagi diri kita.

2 Nov 2011

Tentang Puasa Ramadhan

Tentang Puasa Ramadhan
mungkin telat saya memposting ini. naskah ini saya bacakan ketika saya kultum di sebuah masjdi di Samarinda. dan setelah itu, saya kehilangan file naskah ini. ternyata ada teman yang menyelamatkannya. semoga bermanfaat utk kita bagi disini.

--------------------------------------------

di dalam hadist yang diriwayatkan oleh imam muslim, rasulullah mengistiharkan:
الصلواة الخمس والجمعة إلى الجمعة و رمضان إلى رمضان مكفرات لما بينهم ما اجتنبت الكبائر

melalui hadist ini, rasulullah memberikan kita kabar gembira, tentang pengampunan dosa bagi kita semua. Tentu, kita semua tidak ada yang terluput dari dosa. Sabda rasulullah,
كل بني آدم خطاؤون وخير خطائين الطوابون
sehingga, sudah tentu kita semua tidak terlepas dari kesalahan. Dan inilah kabar gembira bagi kita. datangnya ramadhan ternyata menjadi bekalan kita, dan menjadi gerbang bagi kita utk mendapatkan rahmat ampunan allah subahanahu wa taala.
Dalam hadist tersebut, dijelaskan skala perjalanan evaluasi kehidupan manusia. 

17 Nov 2006

apabila keberkahan ramadhan telah pun pergi

apabila keberkahan ramadhan telah pun pergi

syawal telah pun tiba
ramadhan pergi meninggalkan kita
segalanya kembali bermula seperti biasa
karena keberkahan ramadhan telah pun pergi

wanita tersingkap aurat tiap hari
masjid kembali sepi tak terisi
sedekah pun tak ramai lagi
karena keberkahan ramadhan telah pun pergi

bacaan quran jarang terdengar
shalat sunnah sering terbiar
dzikrullah pun sudah tak lagi gencar
karena keberkahan ramadhan telah pun pergi

dosa-dosa kecil dianggap biasa
amalan-amalan berkurangan kualitasnya
ibadah fardhu pun kadang karena rasa terpaksa
karena keberkahan ramadhan telah pun pergi

hanyalah orang bertaqwa
yang pantas berhari raya
sebab ia selalu membawa
hikmah ramadhan dalam hidupnya
walau keberkahan ramadhan telah pun pergi

semoga Allah redhakan kita
di dalam bulan ramadhan yang mulia
hingga kita mjd orang yang taqwa
agar kita tetap memaknai ramadhan
walau keberkahan ramadhan telah pun pergi

Ramadhan Memberi Makna

Ramadhan Memberi Makna

Sungguh mulia keagungan Allah
yang menjadikan Ramadhan
dengan berbagai kemuliaannya
serta dengan segala keberkahannya

Allah beri tunjuk ajar pada Ramadhan kali ini
yang sungguh bersarang bekas di hati
semoga dapat menjadi awalan perbaikan diri

Yakin dengan janji Allah
bahawa dia menolong orang-orang yang menolong agamaNya
Yakin dengan Allah
yang memberi rizki
sekalipun masih hina keadaan diri
tapi Allah masihpun berbaik hati
ia berikan kelapangan bersama dengan kesulitan

rupanya kesulitan itu adalah untuk mendewasakan kita
agar kita terbiasa menghadapi masalah
agar kita merintih kembali padaNya
agar kita tahu bahwa Allah itu Maha Kuasa terhadap segalanya

sungguh tak disangka
Allah beri kemudahan
bersama pada kesulitan

semoga ini didikan Ramadhan
sebagai bekalan untuk diterapkan
dalam kehidupan masa hadapan

16 Sept 2006

Kini Tiba Masanya, Sempena Ramadhan

Kini Tiba Masanya, Sempena Ramadhan


Kini tiba masanya
Tiada masa berlengah
Tiada masa menunda

Kita tiba masanya
Sesuatu yang dinanti
Sesuatu yang dirindui

Kini tiba masanya
Sempena bulan mulia
Bulan penuh cahaya

Yang dirindui, yang dinanti

Syukur pada Allah
Tiba masanya Ia hadirkan
setelah lama penantian

Semoga Ia berkekalan...
Menetap di dalam minda dan jiwa

Semoga tiada berulang kesalahan
yang hanya lahirkan dosa dan penyesalan

Terima kasih ya Allah...