28 Mar 2015

Itu Musuhku

*penulisan ini, bertepatan dengan tercapainya 10.000 visit of incefurqan's blog :) alhamdulillah...


sebuah kesyukuran, bahwa blog ini mulai ramai dikunjungi terutama setelah saya memposting beberapa rangkuman saya tentang metodologi penelitian. niat awal saya yang simple, yaitu agar saya tidak perlu menjelaskan kepada teman-teman satu-persatu, akhirnya malah bisa dimanfaatkan oleh orang secara luas. kesyukuran saya adalah, blog ini bisa memberi manfaat.

lalu kemudian, saya bertanya-tanya dalam diri, "mungkin enggak ya, ada orang yang pernah berselisih paham atau yang menganggap saya sebagai musuhnya, lalu kemudian mengambil manfaat dari blog ini untuk studi atau sumber informasi pelajaran mereka?"

well, saya memang mencoba menjadi pasifis dan anti-permusuhan. dan jika pun ada yang memusuhi saya, itu hak prerogatif orang tersebut. mungkin, ada kekurangan saya sebagai manusia, yang belum bisa dimakluminya. 

tapi, prinsip saya pribadi sudah jelas, "seribu teman itu tidak cukup, dan satu musuh itu terlalu banyak". saya tidak perlu mencari musuh, karena tidak menambah kebahagiaan dalam hidup. saya tidak perlu menyimpan bara dendam, karena memusnahkan rasa ketenangan. saya tidak perlu merawat sikap benci, karena itu sia-sia.

lalu, jika memang ada orang yang membenci saya yang kemudian mengambil faedah dari knowledge sharing dalam blog ini, bagaimana? ya, saya patut bersyukur. sebab, mungkin selama ini dia membenci karena saya tidak bisa bermanfaat baginya. dan semoga melalui setitik karya tersebut, bisa menyiram api kebencian yang pernah ada ada dalam dirinya.

sebuah kebahagiaan jika catatan-catatan saya ini bisa bermanfaat kepada teman-teman saya. tapi, dua buah kebahagiaan jika ada orang-orang oposisi yang mendulang manfaat dari tulisan saya: bahagia berbagi; dan bahagia karena akan datang satu teman baru. 

justru, yang saya dapati, musuh saya bukanlah manusia-manusia oposisi tersebut. musuh sejati saya justru datang dari dalam diri saya sendiri. yaitu, ketika ego saya merasa perlu untuk membatasi knowledge sharing, serta tidak mau berbagi kepada mereka yang memusuhi saya. 

sungguh, ketahuilah, 'ketidakikhlasan' itulah yang sebenarnya menjadi musuhku. hanya itu musuhku.


jika kamu sudah bisa mengasihi musuhmu, maka kamu menang

Previous Post
Next Post